Kanker Serviks Dapat Dicegah Dengan Cara Merawat Vagina



Memanjakan diri adalah kegiatan yang paling disenangi wanita untuk merawat tubuhnya tidak terkecuali daerah intim, yang walaupun bukan menjadi kegiatan wajib tetapi perlu mendapat perhatian serius untuk dapat melakukan rutinitas memanjakan diri dengan cara merawat vagina yang benar.

Saat ini banyak jenis cara merawat vagina yang kita temui mulai dari yang tradisional maupun modern, yang mempunyai kelebihan masing-masing selain fungsinya untuk menjaga kesehatan vagina, namun banyak wanita dengan kesibukan dan aktivitas yang tinggi lebih memilih perawatan vagina secara modern karena lebih praktis.
Yuk kita lihat beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk cara merawat vagina yang baik:

-   Gunakan sabun khusus vagina yang mampu menjaga tingkat keasaman vagina, hal ini penting dalam cara merawat vagina untuk mencegah timbulnya bakteri atau kuman tidak baik, dan jika menggunakan antiseptic vagina (douche) sebaiknya pilihlah yang secara klinis disarankan dokter karena antiseptic bisa saja membunuh bakteri baik yang dibutuhkan untuk menjaga dari iritasi pada vagina.
-   Jangan menggunakan pakaian dalam yang terlalu ketat, karena suasana vagina akan menjadi panas dan lembab yang dapat memicu berkembangbiaknya kuman penyakit. Sebaiknya pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari bahan yang menyerap keringat.
-   Ganti pembalut setiap 1 jam sekali terlebih pada saat masa menstruasi, hal ini penting untuk cara merawat vagina agar tidak menjadi lembab dan darah yang keluar adalah media yang baik untuk tumbuhnya kuman. Jika menggunakan panty liner sebaiknya hanya 2-3 jam saja selama beraktivitas.
-   Hindari memakai pembalut atau tissue yang mengandung wawangian atau deodorant, karena dapat menyebabkan iritasi pada vagina, selain itu tidak dianjurkan menggunakan wewangian dan deodorant untuk cara merawat vagina dan menjaga kesehatan vagina.
-   Saat membersihkan dalam hal cara merawat vagina bilaslah dari arah depan ke belakang, untuk menghindari terbawanya kuman dari anus ke vagina. Dan sebaiknya menggunakan air pembilas langsung dari keran atau keran semprot karena air yang ditampung di ember atau bak mandi bisa saja terkontaminasi dengan air kencing orang lain, spora, jamur atau kuman, dalam kondisi tertentu apabila anda tidak menemukan air pembilas langsung dari keran atau keran semprotan, sebaiknya gunakan air mineral yang masih dalam segel kemasan yang baik.
-   Usahakan daerah kemaluan dan selangkang kering sebelum memakai celana terlebih bagi yang bertubuh gemuk. Suasana lembab sangat disukai jamur, untuk itu gantilah celana dalam paling sedikit 2-3 kali sehari.
-   Hal yang tidak kalah penting untuk cara merawat vagina perhatikan kesehatan diri kita sendiri, seperti mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, menjaga berat badan agar tetap seimbang, lakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan.
-   Bagi wanita yang pernah melahirkan dan melakukan hubungan seks sebaiknya lakukan pap smear sekali setahun, sebagai cara mearawat vagina dan bagi wanita yang menopause lakukan 2-3 tahun sekali. Pap Smear merupakan tes skrining untuk mendeteksi dini perubahan atau abnormalitas dalam sel-sel mulut rahim (serviks) sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker.

Apa itu kanker serviks ?

Kanker serviks adalah jenis kanker yang sering terjadi pada wanita, juga merupakan penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.  Penyebabnya yaitu adanya perubahan gen mikroba seperti; virus HPV (human papilloma virus), radiasi atau pencemaran bahan kimia. Kanker serviks stadium dini yang cepat ditangani dengan cara merawat vagina dengan maksimal dapat sembuh 100%.

Kanker serviks menyerang siapa?

-    Wanita yang telah melakukan hubungan seksual diusia muda
-    Wanita yang melakukan kontak seksual dengan berganti-ganti pasangan
Perokok
-    Kurang mengkonsumsi sayur dan buah- buahan.

Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (organ V). Kanker ini biasa terjadi pada wanita berumur, tetapi beberapa data menemukan kasus ini juga dialami wanita yang berumur 20-30 tahun.

Mengapa harus melakukan Pap smear ?

-    Menikah pada usia muda (dibawah 20 tahun)
-    Pernah melakukan senggama sebelum usia 20 tahun
-    Pernah melahirkan lebih dari 3 kali
-    Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari 5 tahun, terutama IUD atau kontrsepsi hormonal
-    Mengalami perdarahan setiap hubungan seksual
-    Mengalami keputihan atau gatal pada vagina
-    Sudah menopause dan mengeluarkan darah pervagina
-    Berganti-ganti pasangan dalam senggama

Pap smear merupakan salah satu cara merawat vagina yang dapat dilakukan untuk mendeteksi kondisi kanker dan prakanker dalam serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) serviks umumnya dilakukan saat pap smear bila ada indikasi kelainan signifikan, atau bila ditemukan kelainan selama pemeriksaan dalam rutin, untuk mengidentifikasi kelainan tersebut. Hasil pap smear dinyatakan positif, bila menunjukkan perubahan-perubahan sel serviks. Biopsi (pengambilan jaringan) mungkin tidak perlu dilakukan segera, kecuali anda dalam kategori risiko tinggi. Untuk perubahan sel yang minor, umumnya direkomendasikan untuk mengulang pap smear dalam 6 bulan ke depan. Hasil pap smear normal menunjukkan hasil negatif, yaitu tidak adanya sel-sel serviks yang abnormal.
Apa itu vaksin kanker serviks ?

Studi klinis menunjukkan bahwa vaksin kanker serviks dengan ajuvan inovatif AS04 meningkatkan imun atau kekebalan terhadap HPV sehingga mampu mencegah kanker serviks pada wanita dewasa, dan bersama dengan skrining menandai era baru dalam upaya pencegahan kanker serviks bagi wanita dewasa.

Vaksin kanker serviks dari GlaxoSmithKline secara khusus dirancang menggunakan ajuvan inovatif AS04 untuk memproteksi remaja putri dan perempuan dewasa terhadap tipe HPV penyebab utama kanker serviks. Dari studi klinis terkini, vaksin HPV dari GSK menunjukan tingkat antibodi yang tinggi, memberikan perlindungan 100% untuk melawan HPV 16 dan 183-8 selama lebih dari 5.5 tahun. Beberapa data yang telah dipublikasikan menunjukkan bahwa formulasi ajuvan AS04 menyediakan respon imun yang lebih kuat dan tahan lama dibandingkan vaksin yang sama dengan ajuvan tradisional yang terbuat dari bahan aluminium saja.

Nah..punya gambaran kan apa itu kanker serviks dan ternyata kita dapat mencegah terjadinya kanker servik dengan cara merawat vagina yang benar sehari-hari dan mengetahui dengan baik bagaimana kondisinya.

Share artikel ini di Media Sosial!



Dalam kategori: Informasi KesehatanPenyakit KandunganPenyakit KankerTips Kesehatan

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.