Penyakit Tulang Rawan Sendi



Penyakit Apakah Osteoartritis itu?
Osteoartritis merupakan salah satu jenis radang sendi (artritis) yang disebabkan penghancuran dan kehilangan tulang rawan dari satu atau lebih sendi. Tulang rawan sendi adalah substansi protein yang berfungsi sebagai ‘’bantalan’’ pada sendi. Di antara berbagai jenis penyakit rematik, Osteoartritis paling sering ditemukan baik Amerika Serikat maupun di seluruh dunia, dan kelainan sendi ini menyebabkan keterbatasan fungsi sendi yang terserang. Osteoartritis sering terjadi seiring dengan pertambahan umur. Sebelum umur 45 tahun, Osteoartritis lebih sering menyerang laki-laki. Setelah umur 55 tahun, Osteoartritis lebih sering menyerang wanita.

Osteoartritis dapat menyerang sendi tangan, kaki, tulang belakang dan sendi penumpu berat badan seperti panggul dan lutut. Kebanyakan Osteoartritis tidak diketahui penyebabnya dan disebut Osteoartritis primer. Apabila penyebab Osteoartritis diketahui misalnya karena trauma, maka disebut Osteoartritis sekunder.
Faktor Apa yang Menyebabkan Terjadinya Osteoartritis?

Osteoartritis primer biasanya berhubungan dengan usia yang menua. Dengan bertambahnya usia, protein pembentuk tulang rawan sendi mengalami penipisan. Hal ini disertai pula dengan penggunaan sendi selama bertahun-tahun menyebabkan iritasi dan peradangan tulang rawan, sehingga menimbulkan nyeri dan pembengkakan sendi. Pada keadaan lanjut ‘’bantalan’’ sendi menghilang, menimbulkan gesekan tulang sehingga mengakibatkan nyeri dan keterbatasan gerak sendi. Peradangan tulang rawan sendi ini juga dapat memicu tumbuhnya ‘’duri-duri’’ tulang baru di sekitar sendi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Osteoartritis bersifat keturunan.

Osteoartritis sekunder adalah Osteoartritis yang timbul akibat penyakit atau keadaan lain, misalnya kegemukan (obesitas), trauma berulang, dan penderita asam urat.
Obesitas atau kegemukan menyebabkan terjadinya Osteoartritis akibat meningkatnya stres beban mekanik pada tulang rawan sendi. Obesitas dan penuaan merupakan faktor resiko terbesar terjadinya Osteoartritis lutut.
Trauma berulang pada sendi diduga merupakan penyebab timbulnya Osteoartritis lebih awal misalnya yang terjadi pada pemain sepak bola.

Bagaimana Gejala Osteoartritis?
Osteoartritis merupakan penyakit yang hanya menyerang sendi, dan tidak mengenai organ tubuh lainnya (berbeda dengan penyakit rematik lain seperti Rhematoid artritis, yang selain menyerang sendi juga menyerang organ tubuh lain). Gejala Osteoartritis yang paling sering berupa nyeri sendi yang terserang setelah bekerja/pemakaian sendi berulang, dan nyeri berkurang dengan istirahat. Pada sendi yang terkena bisa juga ditemukan pembengkakan, rasa hangat, dan sendi berbunyi bila digerakkan. Nyeri dan kaku sendi muncul bila sendi didiamkan untuk jangka lama, misalnya apabila duduk lama, saat akan berdiri akan terasa kaku, bahkan kadang-kadang nyeri pada lutut. Pada keadaan yang berat, nyeri bahkan timbul saat istirahat dan akan timbul keterbatasan gerak sendi.

Gejala Osteoartritis bervariasi antara pasien yang satu dengan pasien yang lain. Beberapa pasien mengalami pembatasan aktivitas akibat gejala yang dideritanya. Di pihak lain, ada pasien yang mengalami sedikit gejala walaupun pada foto rontgen sudah terlihat kelainan. Gejala biasanya hilang timbul, sehingga sering ditemukan penderita Osteoartritis yang kembali mengalami nyeri setelah sebelumnya bebas nyeri selama beberapa tahun.
Osteoartritis lutut yang paling sering ditemukan, dapat menyebabkan timbulnya kelainan bentuk lutut (tungkai berbentuk ‘’O’’). Nyeri pada lutut disertai kelainan bentuk tungkai menyebabkan penderita berjalan pincang.
Osteoartritis juga dapat mengenai tulang belakang yang memberikan gejala nyeri di leher atau punggung bawah. Pembentukan ‘’duri-duri’’ tulang baru dapat menyebabkan iritasi saraf menimbulkan nyeri, kesemutan maupun baal pada anggota gerak yang terkena.
Osteoartritis juga dapat mengenai sendi-sendi kecil, menyebabkan timbulnya tonjolan-tonjolan pada ruas tulang jari-jari tangan, yang biasanya tidak nyeri tetapi mengganggu pergerakan tangan.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Osteoartritis?
Diagnosis Osteoartritis ditegakkan berdasarkan riwayat dan gejala penyakit, pemeriksaan fisik terutama sendi yang terkena serta ditunjang pemeriksaan rontgen. Pemeriksaan darah hanya dilakukan untuk menyingkirkan penyakit rematik lain dan untuk mencari faktor penyebab timbulnya Osteoartritis.

Terapi Osteoartritis
Tidak terdapat terapi khusus untuk memperbaiki degenerasi tulang rawan sendi pada pasien Osteoartritis. Sehingga tujuan terapi Osteoartritis adalah untuk meningkatkan dan mempertahankan fungsi sendi dengan cara mengurangi neyeri dan peradangan sendi, sehingga pasien dapat tetap aktif dan kualitas hidup dipertahankan. Untuk mencapai tujuan ini digunakan 2 cara:

1. Medikasi atau obat-obatan. Obat untuk Osteoartritis tersedia dalam bentuk oral (diminum), topical (dioleskan di permukaan kulit sendi) ataupun injeksi (suntikan) pada sendi yang terkena. Obat-obat ini semua bertujuan untuk menghilangkan nyeri sendi dengan mengurangi peradangan yang terjadi. Di samping obat-obat tersebut di atas, terdapat juga suplemen Glucosamine (terbuat dari cangkang kepiting) dan Chondroitin (terbuat dari tulang rawan sapi), yang dalam beberapa penelitian dapat mengurangi nyeri dan memperbaiki tulang rawan sendi.

2. Rehabilitasi Medik. Di bagian Rehabilitasi Medik terdapat berbagai modalitas panas (SWD= Short Wave Diathermy, US=Ultra Sound) maupun dingin (Cold Pack, Criojet) yang dapat membantu mengurangi nyeri dan peradangan sendi yang terkena. Pada pasien yang sedang mengalami serangan akut (sendi panas, bengkak, nyeri sekali) dianjurkan untuk istirahat dan mengurangi aktivitas, sambil minum obat. Apabila serangan akut telah lewat, atau pada pasien yang Osteoartritis yang tidak mengalami serangan akut, diberikan latihan. Latihan tidak memperberat Osteoartritis bila dilakukan tanpa menimbulkan nyeri sendi. Latihan berguna untuk menguatkan otot-otot sekitar sendi, mencegah timbulnya kaku sendi, meningkatkan dan mempertahankan pergerakan sendi, membantu mengurangi berat badan dan meningkatkan ketahanan. Olahraga yang diajurkan adalah berenang, berjalan, dan sepeda statis.
Bagian Rehabilitasi Medik juga meresepkan berbagai alat bantu yang berfungsi untuk mengurangi stres pada sendi yang terserang. Sebagai contoh: dynamic splint digunakan pada pasien Osteoartritis lutut untuk mengurangi beban mekanik lutut sehingga nyeri berkurang.

Terapis okupasi, yang merupakan bagian dari Rehabilitasi Medik, akan melatih penderita Osteoartritis dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari. Dilakukan penilaian terhadap pekerjaan dan keadaan rumah pasien Osteoartritis, dan dilakukan penyesuaian. Misalnya pada pasien Osteoartritis kamar tidur sebaliknya di lantai dasar. Kalaupun pasien terpaksa harus menaiki tangga, diajarkan untuk naik tangga dengan tungkai yang sehat (tidak sakit) terlebih dahulu dan turun tangga dengan tungkai yang sakit terlebih dahulu. Pasien juga diberi edukasi mengenai cara pemeliharaan dan melindungi sendi.
Terapi yang paling baik untuk pasien Osteoartritis merupakan gabungan dari terapi tersebut di atas yaitu medikasi (obat-obatan) dan rehabilitasi medik. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah edukasi agar pasien mengurangi berat badan sehingga mengurangi beban pada sendi.

Penderita Osteoartritis dengan nyeri yang menetap dan sudah terjadi kelainan bentuk sendi yang mengganggu fungsi, serta tidak berespons terhadap pengobatan konservatif tersebut di atas, biasanya memerlukan tindakan pembedahan

Share artikel ini di Media Sosial!



Dalam kategori: Informasi KesehatanPenyakit PersendianPenyakit Tulang

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.